Pentingnya Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri

Pernah nggak sih kita terpikir, mengapa kita dilahirkan ke dunia ini?. Orang yang memahami agama dengan baik mungkin akan menjawab tujuan kita dilahirkan ke dunia ini untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Sebagai orang yang beriman kita harus meyakininya. Namun, sebagai makhluk yang diberikan kelebihan untuk berpikir akan ada pendalaman dalam pikirannya. Jadi apa sebenarnya tujuan kita menjalani kehidupan di dunia yang fana dan sementara ini.

Buku Fitrah Based Education karya almarhum Ustadz Harry Santosa akan membantu cakrawala berpikir kita. Selain beribadah kepada Allah Ta’ala sesuai dengan syariat yang sudah ditetapkan, kita pun memiliki tugas yang lain. Hal ini juga sudah tertulis dalam Al Qur’an yaitu menjadi Rahmat bagi seluruh alam. Artinya kita menebarkan kebermanfaatan juga menjadi pembuat solusi dari berbagai permasalahan yang ada di dunia ini.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa kita memiliki misi di dunia ini. Misi komunal maupun misi pribadi. Sekarang kita akan mengulik lebih dalam tentang misi pribadi, yang nantinya akan menunjang misi komunal. Misi pribadi, artinya dalam diri kita pasti sudah disiapkan atau diinstal sesuatu yang dapat digunakan untuk menjalankan peran kita di dunia, atau sering disebut dengan peran peradaban. Sesuatu yang diinstal dalam diri kita merupakan potensi yang bisa kita optimalkan. Dalam talents mapping yang membahas lebih dalam tentang keragaman potensi dijelaskan bahwa semua potensi yang Allah Ta’ala siapkan untuk seluruh insan akan sama. Namun, kadar atau persentasenya berbeda setiap orang. Sehingga akan menghasilkan keragaman potensi yang begitu banyak di dunia ini. 

Akan tetapi, tidak semua manusia memahami potensinya dengan baik. Padahal ini sangat penting untuk menjalankan peran peradaban kita di dunia ini. Mungkin akan terkesan beban yang berat dengan menyebut peran peradaban. Padahal tidak seberat yang dibayangkan. Peran peradaban tersebut bukan berarti peran-peran besar yang diamanahkan kepada pembesar maupun pemimpin. Melainkan setiap peran sekecil apapun peran ini merupakan peran peradaban. Menjadi seorang ibu dengan sebaik-baiknya juga merupakan peran peradaban untuk melahirkan generasi terbaik.

Sekarang kita renungkan tentang peran peradaban, potensi, dan judul tulisan ini pentingnya menjadi versi terbaik diri sendiri. Pertama, kita harus tahu dan meresap dalam diri bahwa kita memiliki peran peradaban di dunia ini. Selanjutnya, kita melihat ke dalam diri kita sendiri, apa sih potensi diri kita. Potensi itu bisa kita gali dari apa yang kita sukai, apa hobi kita, dan apa saja yang membuat kita senang dan konsisten menjalankannya. Resapi lebih dalam dan kenali diri dengan baik. Misalnya, kita suka memasak dan berbinar saat mengulik beraneka ragam resep masakan, bisa jadi kita memiliki potensi di bidang tersebut. Setelah itu kita tekuni dengan lebih dalam sehingga kita memiliki keilmuan dan keterampilan dalam bidang tersebut. Selanjutnya, bangun personal branding, ketika orang lain mendengar nama kita sudah terbangun mindset bahwa kita memiliki passion di sana beserta keilmuan dan keterampilannya. Saat itu sudah terbentuk maka kita sudah menjadi versi terbaik diri kita.

Mengapa harus versi terbaik diri kita?, karena bisa jadi orang lain tidak mengenal kita lebih dalam, tidak mengetahui potensi kita dengan baik. Juga orang lain adalah sesuatu yang di luar kendali diri kita. Jika kita mendengarkan versi terbaik diri kita menurut orang lain tentu akan berbeda-beda penilaian setiap orang. Hal tersebut akan membuat kita bingung bahkan merasa insecure. Mengapa merasa insecure? Karena bisa jadi keinginan orang lain terhadap diri kita bukanlah potensi utama dalam diri kita.

Percayalah pada diri sendiri, kenali diri lebih dalam. Temukan potensi diri tersebut, sehingga kita bisa menjadi versi terbaik diri kita. Yang membuat kita bahagia, berbinar, bersemangat. Sehingga kita bisa menjadi percaya diri, berdaya, dan berkarya sesuai dengan potensi kita. Sudah siap menjadi versi terbaik diri sendiri?


Comments