Anomali Dalam Diri


 Hari ini hujan sejak pagi tanpa henti. Bergemericik air hujan membasahi tanaman-tanaman di kebunku. Rasanya rindu sekali bermain bersama tanaman sambil berjemur di bawa sinar matahari. Hangatnya matahari pagi dan segarnya aroma tanaman membuatku semakin bahagia. Namun beberapa hari ini rasanya matahari begitu malu memunculkan sinarnya, juga hujan selalu menggodaku. Mungkinkah aku harus kembali berselimut dan memilih berdiam diri seharian di kamar. 


Oh tidak aku harus segera beranjak, tapi tidak bisa kemana-mana. Aku nyalakan setrika dan mulai menyerukan sambil mendengarkan podcast di youtube. Namun tidak bertahan lama rasa bosan pun muncul. Ingin keluar Namun hujan tidak ingin beranjak pergi. Rasanya campur aduk karena aku pun sedang datang bulan dan hormon sedang tidak menentu. Tiba-tiba rasanya ingin menangis, tapi tidak tahu apa yang harus ditangisi. Tiba-tiba merasa kesal tapi tidak tahu kesal karena apa. Tiba-tiba merasa kesepian padahal sebenarnya ramai dalam rumah.


Baru kali ini aku merasakan anomali dalam diri, tidak tahu harus melakukan apa. Sebenernya banyak yang harus dikerjakan dan diselesaikan tapi entah mulai dari mana. Mengerjakan apapun tidak semangat, murung seharian. Tapi paling tidak sekarang aku bisa mengomunikasikan kepada pasangan tentang apa yang aku rasakan. Beruntungnya, saat pasangan bisa mengerti dan menyediakan ruang dan waktu untuk diri ini bisa mengungkapkan apa yang dirasakan ini.


Anomali dalam diri pasti banyak dirasakan oleh perempuan yang memiliki siklus hormonal. Memang sulit memahaminya, bahkan diri sendiri pun bingung harus berbuat apa saat merasakannya. Tapi paling tidak kita bisa mengungkapkannya dan mendapatkan dukungan dari orang terdekat termasuk pasangan. Perempuan seringnya ingin divalidasi perasaannya, apalagi di waktu-waktu yang dirinya sendiri tidak bisa mengontrolnya. Maka perlu komunikasi yang baik dengan orang terdekat, dan perlu memilih pasangan maupun lingkungan yang tidak menghakimi. Bagaimana pun saat anomali itu datang dan horman dalam tubuh tidak menentu perempuan butuh orang yang bisa menemaninya saat masa-masa sulit itu.


Semoga para perempuan dapat kuat menghadapi anomali-anomali drama dirinya saat hormon dalam tubuhnya tidak menentu. Semangat untuk menjaga dan merawat diri.

Comments