Bertumbuh dan Bermekaran
Perjalanan hidup memberikan banyak pembelajaran juga pengalaman. Aku yang sekarang tidak pernah terbayangkan menjadi seperti ini ketika masih kecil dulu. Saat masih kecil dulu, aku diberikan label kutu buku, suka belajar, dan selalu peringkat satu di kelas. Dari sudut pandang orang lain aku sangat ambisius untuk menjadi orang yang paling pintar. Namun, dari sudut pandang diri sendiri, saat itu aku memiliki kesulitan komunikasi sehingga membaca dan belajar adalah teman setia yang menemani hari-hariku. Apalagi sejak kecil aku sudah overthinking, rasa tidak percaya diri membuatku merasa berpikir berlebihan terhadap perlakuan dan ucapan orang lain padaku. Saat itu dengan aku bertumbuh menjadi anak yang suka belajar juga selalu menjadi juara kelas, tentu yang terbayang adalah ketika dewasa nanti aku akan bekerja kantoran.
Semua perlahan mulai berubah saat aku SMA, semua kepintaranku rasanya sudah mencapai titik batas. Ternyata aku tidak sepintar yang dibayangkan. Teman-teman SMA ku jauh lebih pintar dan jenius. Selain itu juga aku mulai menyukai berorganisasi dan aktif di kegiatan-kegiatannya. Walaupun masih kesulitan komunikasi tapi paling tidak aku jauh lebih baik dalam berkomunikasi dibanding sebelumnya. Sampailah di kelas 3 dan mengikuti pendaftaran masuk universitas. Setelah mempelajari dengan lebih mendalam setiap jurusan yang ada di universitas yang dituju, jatuhlah pada satu jurusan. Aku memilih jurusan agronomi dan hortikultura yang masuk ke fakultas pertanian. Singkat cerita aku diterima pada jurusan dan kampus itu.
Menjalani kehidupan kampus dengan kembali berorganisasi. Bagiku saat itu seperti organisasi bagaikan mayor dan kuliah minor. Karena banyaknya aktivitas organisasi yang diikuti saat itu. Ketika masuk ke tingkat akhir, aku berpikir untuk berkarir di kementerian pertanian. Namun, saat itu kandas karena suatu kondisi yang belum memungkinkan. Dan akhirnya aku mengajar dan juga bekerja dalam bidang lain. Walaupun sejak kecil aku tidak bercita-cita menjadi guru, tapi ternyata takdirnya aku menjadi guru. Tidak buruk ternyata, karena kemampuan komunikasi ku semakin membaik. Apa yang aku bayangkan ketika masih kecil jauh berbeda dengan perjalanan kehidupan yang aku jalani. Tidak menjadi karyawan kantoran juga tidak bekerja di kementerian pertanian.
Sampai pada akhirnya aku menikah dan memiliki anak. Ketika itu aku tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga. Agar tidak semakin kehilangan arah akhirnya aku aktif di komunitas. Tujuannya agar lebih produktif dan mengisi waktu luang. Semakin hari semakin jatuh cinta dengan berkomunitas. Namun, ternyata pandemi datang, aktivitas di luar berhenti secara tiba-tiba. Kemudian aku pun mencari aktivitas lain, yaitu mencoba belajar gambar digital. Kemampuan yang sangat membuatku penasaran. Perlahan aku mempelajari dan mendalaminya, sampai dapat menghasilkan rupiah saat itu. Sampai saat ini kemampuan itulah yang menjadi jalanku untuk bisa berpenghasilan dari rumah. Siapa sangka aku yang sejak kecil sangat menyukai pelajaran eksak, kini bergulat dalam dunia seni. Aku bertumbuh, iya bertumbuh dalam setiap fasenya. Sehingga aku menjadi aku yang sekarang.
Bertumbuh mulai dari suka belajar dan bermekaran menjadi juara kelas. Bertumbuh mengikuti organisasi dan bermekaran menjadi pengurus komunitas. Bertumbuh menjadi mahasiswa pertanian yang kini bermekaran mengajak anak-anak berkebun di rumah. Bertumbuh untuk mempelajari hal baru dalam dunia gambar digital yang kini bermekaran menjadi jalan untuk mendapatkan penghasilan dari rumah. Tumbuh dan bermekaran dalam setiap fasenya. Memang berbeda-beda, namun pertumbuhan itu tetap terjadi hingga kini bermekaran menjadi beragam bunga. Aku sama sekali tidak menyesali jalan kehidupanku, karena semua proses ini yang membuatku menjadi aku yang sekarang. Maka terus tumbuhlah dan teruslah bermekaran kapanpun, dimanapun, dengan siapapun. Selamat bertumbuh dan bermekaran, tetaplah terlihat indah dan anggun.

Comments
Post a Comment