Bukan Pusat Dunia

 

Pernah kah merasakan kalau orang-orang memperhatikan kita? Memantau gerak-gerik kita atau fokus pada semua hal yang kita lakukan? Berhentilah berpikir seperti itu, karena besar kemungkinan itu hanya ada dalam pikiran kita saja, bukan yang sebenarnya orang lain pikirkan. 

Kita bukan pusat dunia, tidak semua mata tertuju pada kita, tidak semua peduli pada kita. Jadi mari berdamai dan normalisasi perbedaan pendapat maupun perbedaan sikap. Berani untuk tidak disukai orang lain, dan tidak selalu berusaha menyenangkan hati orang lain agar suka pada diri kita. Silakan ruang dalam hati untuk menerima bahwa, tidak apa-apa di belakang orang-orang membicarakan kita. Menerima bahwa tidak semua orang sepakat dan suka dengan opini kita. Semua hal ini adalah sesuatu hal yang di luar kendali diri kita. Jadi tidak usah berlelah-lelah untuk memikirkannya apalagi sampai menjadi overthinking. 

Lebih baik fokus pada diri kita sendiri, fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. Memperbaiki diri setiap hari, berusaha terus berbuat baik, jadi problem solver bukan problem maker, dan berani minta maaf ketika melakukan kesalahan. Juga kita bisa mengendalikan diri kita dalam merespon semua sikap dan perlakuan orang lain pada diri kita. Iya, kita memang tidak memikirkan perlakuan orang lain, namun kita bisa menentukan respon apa yang kita lakukan dalam menghadapi perlakuan orang lain.

Kita bukan pusat dunia, jadi berhentilah merasa selalu dipantau oleh orang lain. Yang selalu hadir memantau kita adalah malaikat pencatat amal baik dan buruk. Kita adalah pemeran utama di panggung takdir kehidupan kita masing-masing. Yang kadang hadir sebagai figuran dalam takdir orang lain. Kita juga harus siap dengan banyaknya figuran yang hadir dalam panggung takdir kehidupan kita. 

Agar kita tidak merasa sebagai pusat dunia. Mulailah fokus pada diri sendiri. Fokus pada self improvement atau pengembangan diri. Ketika sudah mulai mengenal diri sendiri, maka akan lebih fokus pada milestone diri sendiri. Bahkan, tidak sempat dan tidak ada waktu untuk memikirkan apa respon orang lain terhadap diri kita. Maka dengan seperti itu dapat membuat kita lebih produktif dan fokus pada hal-hal kebaikan. Bukan fokus pada hal-hal yang hanya dugaan pikiran saja, tanpa benar-benar dipikirkan oleh orang lain. Belajar tidak overthinking dan mulai bijaksana dalam menghadapi semua yang akan terjadi dalam panggung takdir kehidupan kita.


Comments