Dibalik Kemudahan Ada Tantangan yang Harus Dilalui

 


Tahun 2020 saat wabah Covid-19 mulai mencekam di Indonesia dan pemberlakuan social distancing. Menyebabkan semua aktivitas kerumunan terhenti bahkan pekerjaan beralih di rumah. Saat itu juga Allah Ta’ala berikan amanah untuk hamil anak kedua. Hamil dalam kondisi aktivitas yang terbatas dan hanya ada di dalam rumah. Saat itu banyak orang kehilangan aktivitas di luar rumah sehingga banyak diadakan kegiatan secara online. Termasuk kegiatan pelatihan terkait keterampilan, ilmu pengetahuan, maupun pengembangan diri.


Saat itu aku mengikuti kegiatan pelatihan menggambar digital menggunakan handphone. Perlahan mulai menunjukkan ketertarikan dan minat yang tinggi untuk menggambar digital. Bahkan saat itu bisa membeli tablet dan mengembangkan kemampuan menggambar lebih dalam lagi. Di waktu bersamaan melahirkan anak kedua, alhamdulillah dengan penuh kemudahan. Lahir hari Sabtu pagi, baru sampai 10 menit di klinik bidan langsung melahirkan. Sore sudah pulang dan malam istirahat di rumah. Minggu pagi sudah bisa menyapu, mengenal, mencuci, dan membereskan rumah. Bahkan saat memberikan asi lebih baik dibandingkan anak pertama. Banyak kemudahan-kemudahan yang Allah Ta’ala berikan. 


Selain kemudahan melahirkan anak kedua sampai berusia satu tahun. Allah Ta’ala pun memberikan kemudahan untuk bisa mendapatkan penghasilan dari dalam rumah dengan cara menjual gambar digital di platform yang bernama mikrostok. Mulai dari situ alhamdulillah mendapatkan passive income dan bisa untuk membeli kebutuhan pribadi walaupun nominalnya belum banyak seperti yang lain. Setelah dijalani dengan penuh semangat, ujian itu pun dimulai. Setahun diberikan kemudahan dari melahirkan sampai mendapatkan penghasilan. Ternyata tantangan itu muncul dari anak kedua yang milestone nya tidak secepat kakaknya. Padahal secara keilmuan, kemampuan, praktik, juga kondisi mental lebih baik dibandingkan saat mengurus anak pertama.


Bukan hanya dalam hitungan bulan tantangan itu datang, bahkan sampai 3 tahun kemudian yaitu saat usianya 4 tahun. Semua kemudahan itu harus dibayar dengan rasa mengurus bayi selama 4 tahun. Alhamdulillah tidak ada rasa penyesalan karena semua usaha sudah optimal, hanya saja sebagai manusia tetap sedih dan rasanya ingin menyerah. Menyerah dan tidak ingin mengulangi semua prosesnya lagi. Tapi selalu diingatkan bahwa semua tantangan ini adalah ujian karena sudah diberikan kemudahan dalam melahirkan dan mendapatkan penghasilan. Pengingat ini menjadikan diri ini untuk banyak-banyak bersyukur. Akhirnya perlahan mulai bangkit dan semangat kembali. Walaupun naik turun ritmenya, namun ternyata bisa dilalui. 


Kemudahan-kemudahan yang didapatkan itu harus dibayar dengan tantangan-tantangan, menguji rasa syukur dan kesabaran. Alhamdulillah setelah usia 4 tahun mulai terlihat seberkas cahaya diujung lorong. Anak kedua ini mulai menunjukkan kemandiriannya, perlahan tapi pasti. Semoga semua yang terpendam selama 4 tahun ini langsung keluar semua kemampuan dan potensinya. Menyusul semua anak-anak yang usianya sama dengannya. Terima kasih anakku dengan semua pembelajaran berharga ini. Agar tetap sabar melalui tantangan, ingat kemudahan-kemudahan yang didapatkan, terus belajar bersabar dan bersyukur. 


Comments