Mengawali Tahun 2025 dengan Family Strategic Planning


Awal tahun merupakan moment spesial bagi keluarga kami, karena kami menikah pada tanggal 01 Januari, selain itu juga bertepatan saat liburan sekolah dan libur di kantor. Di tengah kesibukan, momen setahun sekali ini kami selalu usahakan. Mengenang masa-masa perkenalan setelah pernikahan, yang dulu hanya berdua kini telah berempat. Walaupun moment nya bertepatan dengan orang-orang merayakan tahun baru, kami fokus dan sibuk dengan agenda keluarga kami.


Akhir September 2024 kemarin, saat menunggu pesawat di Bandara H.A.S Hanandjoeddin Belitung saya melihat postingan Bu Septi saat masa pra pesan buku Family Strategic Planning. Di tengah kesibukan saat itu saya berusaha untuk checkout bukunya sebelum take off. Saya sangat exited untuk segera membaca dan mengaplikasikannya. Alhamdulillah 31 Januari 2024 kami bisa berkumpul bersama keluarga dan saling mengobrol bersama.


Saya yang memiliki bakat futuristic, sangat menyukai perencanaan dan membayangkan masa depan. Berbeda dengan suami yang melihat masa depan itu abstrak. Juga beliau masih belum tertarik untuk membicarakan hal-hal teknis seperti yang dituliskan di buki Family Strategic Planning. Maka saya berusaha untuk membawakannya dengan ngobrol bersama. Sambil bermain kartu Family Talk juga mengobrol terkait buku Family Strategic Planning. 


Walaupun belum semua kami bahas, namun bagi saya ini peningkatan luar biasa. Suami yang belum begitu tertarik dan meraba-raba apa yang akan dilakukannya di tahun 2025 nanti. Padahal jangka waktunya hanya satu tahun, tapi bagi yang bakat futuristic nya rendah ternyata itu lumayan sulit. Pembahasan utama bagi kami saat itu adalah tujuan yang ingin dicapai keluarga kami pada tahun 2025 dan program masing-masing anggota keluarga. 


Mungkin saja keluarga kami 8 tahun ke belakang sangat santai menghadapi kehidupan, let it flow. Kami selalu berusaha untuk mencukupkan diri dengan syukur dan sabar. Inginnya di tahun 2025 ini bisa lebih terarah tujuan-tujuan kami. Tapi ternyata kami belum begitu bisa merincikan semua yang ingin dicapai keluarga tahun 2025. Mungkin saja karena kami fokus satu hal dan seluruh energi dipusatkan ke satu tujuan yaitu membangun rumah impian kami. Semoga Allah Ta’ala ijabah doa kami, diberikan limpahan rezeki, rahmat, dan ditunjukkan jalan agar kami pantas untuk memilikinya aamiin. 


Setelah itu kami menyampaikan program-program pribadi yang ingin diwujudkan di tahun 2025. Bagi saya itu sangat mudah sekali, karena setiap hari saya selalu membayangkannya dan sangat jelas saya pikirkan, bukan hanya tahun 2025, tahun-tahun setelahnya pun dekat dengan pikiran dan bayangan saya. Berbeda dengan suami yang sangat berusaha memikirkannya. Alhamdulillah saya jadi tahu apa yang ingin dilakukan oleh suami kedepannya. Dan tentunya kita saling mengetahui program pribadi masing-masing keluarga. 


Terkadang saya merasa iri dengan keluarga orang lain yang sudah menerapkan Family Strategic Planning ini. Namun, saya sangat bersyukur sudah sampai di tahap ini. Walaupun belum rampung tapi poin-poin utama sudah dikumpulkan informasinya. Awalnya saya merasa berjuang sendirian, tapi memang setiap keluarga butuh penyesuaian dan tidak bisa disamakan. Walaupun pembahasannya sederhana dan hanya sedikit dari inti buku tersebut, bagi saya ini sudah pencapaian luar biasa.


Semoga apa yang sudah kami tetapkan untuk diraih dapat terwujud. Semoga program-program yang sudah direncanakan bisa terlaksana dengan baik, aamiin.

Comments