Menghadapi Orang Manipulatif
Lelahnya menghadapi orang manipulatif, apalagi jika orang tersebut adalah orang terdekat kita. Ia paling suka bicara, selalu punya topik untuk dibicarakan. Walaupun kita hanya mendengarkan saja, namun pada orang lain dia bercerita lagi bahwa apa yang dia bicarakan merupakan ucapan-ucapan kita. Seolah-olah membenturkan antara orang-orang dan dia mencuci tangan. Padahal apa yang dilakukannya merupakan perbuatan adu domba. Orang manipulatif seringkali berdampingan dengan mental victim atau selalu merasa jadi korban. Padahal ia sendiri yang menyalakan api, menebar minyak, namun ia merasa menjadi korban yang seolah-olah kesalahan orang lain.
Juga terkadang dia membicarakan kejelekan orang lain, seolah-olah dirinya lebih baik dari orang yang ia jelek-jelekan itu. Padahal setelah ditelusuri sebenarnya orang yang ia bicarakan itu jauh lebih baik dibandingkan dirinya. Yang lebih parah apabila berkumpul sifat manipulatif, mental victim, ditambah narsistik. Harus siap-siap punya tenaga ekstra dalam menghadapinya.
Lalu apa cara menghadapi orang yang manipulatif? Pertama, jangan terlalu banyak bicara atau bercerita terhadap orang manipulatif. Apalagi mengenai persoalan pribadi dan informasi rahasia. Karena, hal itu akan menjadi bahan untuk dimanipulasi. Kedua jangan inisiatif memberi saran atau pendapat jika tidak diminta terlebih dahulu. Usahakan pembicaraan yang umum-umum saja bukan hal yang penting maupun rahasia. Ketiga jika orang tersebut menceritakan kejelekan orang lain jangan langsung dipercaya, bisa jadi ia sedang merekayasa cerita, jika kita terpancing dia akan bilang pada orang yang dibicarakan bahwa kitalah yang membicarakan orang itu di belakangnya. Keempat batasi pergaulan dengan orang seperti ini, karena bisa jadi akan merusak relasi pertemanan kita dengan sahabat kita yang lain.
Jika orang tersebut tidak terlalu dekat lebih baik dihindari dan dijauhi, urusan dengannya seperlunya saja. Namun, jika orang manipulatif tersebut merupakan orang terdekat dengan kita bersabarlah. Berusaha menjaga intensi agar ia tidak banyak membicarakan orang lain dan jika bisa dinasihati. Selain itu, kita juga bisa kroscek pada orang yang ia bicarakan, apakah informasi yang disampaikan itu benar atau tidak. Intinya kita harus berani mencocokkan berita dan menghindari sebisa mungkin kontak atau komunikasi dengan orang manipulatif.

Comments
Post a Comment