Menjadi Pasangan yang Setara
Sebelum menikah pasti kita sudah memiliki kriteria pasangan yang akan mendampingi hidup sampai ajal menjemput kelak. Mencari pasangan yang setara menjadi hal yang penting, khususnya setara dalam pemikiran maupun pendidikan. Jika kita memiliki hubungan yang setara seharusnya bisa mengakomodasi banyak hal seperti komunikasi dan kecocokan lainnya. Pasangan yang setara juga bertujuan meningkatkan keharmonisan dalam berumah tangga.
Namun, semua tidak berhenti setelah menikah. Terutama jika perempuan mengambil peran di ranah domestik dengan menjadi ibu rumah tangga. Bukan berarti hanya fokus mengurus rumah tangga saja tanpa meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Suami yang berkiprah di luar rumah cenderung selalu meningkat pengetahuan dan keterampilannya karena tuntutan pekerjaan. Apalagi jika suami mendapatkan jabatan publik yang bertambah atau meningkat jabatannya. Maka para istri juga harus bisa menyetarakan pengetahuan dan keterampilan dengan suami. Tentu saja dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan harus tetap sesuai dengan potensi diri.
Mengapa harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan selain untuk menjadi pasangan yang setara dengan suami? Tentu agar menambah value atau nilai dalam diri kita agar tetap bisa diperhitungkan. Selain itu juga agar tetap bisa nyambung ketika berdiskusi dengan suami, karena pernikahan banyak diisi oleh obrolan-obrolan pasangan suami istri. Juga agar istri bisa tetap diminta dan dipertimbangkan pendapatnya dalam memutuskan suatu keputusan maupun kebijakan dalam keluarga. Jangan sampai istri tidak didengarkan suaranya dan suami bertindak semena-mena. Namun, hal itu perlu dukungan istri yang memiliki growth mindset dan selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.
Dampak buruk yang dikhawatirkan ketika suami sudah merasa tidak setara dengan istrinya adalah ia bosan dan merasa tidak memiliki partner untuk berbicara dan membuat keputusan. Sehingga ia memiliki alasan untuk meninggalkan istri yang sudah mendampinginya dalam masa-masa perjuangannya dan mencari pasangan yang dianggapnya setara. Apalagi jika jabatannya semakin tinggi tentu ia akan memikirkan untuk membawa istrinya saat bertemu dengan koleganya. Namun jika istri memiliki pengetahuan dan keterampilan yang semakin meningkat akan memiliki value yang tinggi tentu ia akan merasa bangga.
Jadi semangat untuk para istri agar semakin meningkat pengetahuan dan keterampilannya dan semakin setara dengan suami yang selalu terupgrade di luar rumah.

Comments
Post a Comment