Menuntaskan kemandirian Sebelum Anak Sekolah
Kini masih banyak trend orang tua untuk cepat-cepat menyekolahkan anaknya. Bukan hanya itu tapi orang tua berlomba-lomba untuk memasukkan anak-anaknya ke lembaga calistung (baca tulis hitung). Namun, sebagai orang tua aku punya perspektif berbeda. Menurutku tugas orang tua yang utama adalah menuntaskan kemandiriannya di rumah. Sehingga ketika anak sudah sekolah, siap untuk belajar dan bersosialisasi bersama teman-temannya. Karena dalam hal ini berkaitan dengan usia anak yang akan masuk jenjang Taman Kanak-kanak juga Sekolah Dasar.
Ada seorang teman yang menurutku terlalu tergesa-gesa menyekolahkan anaknya ke jenjang Taman Kanak-kanak. Padahal secara kemandirian belum tuntas. Bahkan seharusnya bisa konsultasi terlebih dahulu ke dokter anak spesialis tumbuh kembang untuk terapi wisata. Namun dalam pandangannya, sekolah adalah tempat yang tepat agar anaknya bisa mandiri dan memperbaiki tumbuh kembang anaknya khususnya dalam kemampuan berbicara. Sayangnya keputusan ini seringkali membuat guru di sekolah kerepotan. Alasannya karena memang anak tersebut butuh perlakuan dan pendampingan khusus, dan belum bisa mengikuti kegiatan berkelompok secara mandiri.
Hal tersebut juga yang semakin meyakinkan bahwa sekolah bukanlah laundry apalagi tempat terapi. Seharusnya anak-anak yang masuk ke dalam sekolah sudah tuntas kemandiriannya. Agar tidak perlu didampingi orang tua dan tidak menyulitkan gurunya di kelas. Keputusan untuk menyekolahkan anak harus dipertimbangkan dengan sangat matang. Sekolah adalah rekan sinergi dan kolaborasi dalam pendidikan anak. Artinya di rumah pun kita sebagai orang tua tetap menjalankan peran mendidik anak, tidak semuanya diserahkan kepada lembaga pendidikan yaitu sekolah.
Dalam segi mentalitas, anak yang belum tuntas kemandiriannya akan merasa insecure dengan teman-temannya. Ia akan cenderung menutup diri karena tidak bisa mengikuti ritme permainan teman-temannya. Apalagi jika segi komunikasi dan emosionalnya juga masih kurang, ia akan kesulitan mengungkapkan maksud dan keinginannya kepada orang lain terutama pada guru. Sehingga ia akan mengekspresikannya dengan menangis dan memberantas. Bahkan bisa jadi akan mogok sekolah.
Sebelum hal-hal yang disebutkan terjadi, lebih baik mulai dari sekarang fokus menuntaskan kemandirian anak di rumah sebelum mencapai usia 5 tahun. Sehingga ia akan lebih siap dalam bersosialisasi ketika di sekolah. Semangat untuk para orang tua yang membersamai tumbuh kembang anak. Semoga diberikan kesabaran dalam mencapai kemandirian anak. Setiap anak memiliki milestone masing-masing, namun orang tua harus tetap mengupayakan semaksimal semampunya agar mencapai milestone yang tepat.

Comments
Post a Comment