Tidak Semua Orang Harus Menyukai Kita
Di zaman digitalisasi saat ini yang semua layer kehidupan terekspos di dunia maya. Masalah baru muncul dalam diri manusia yaitu rasa insecure atau tidak aman. Media sosial selalu menampilkan sisi-sisi terbaik dalam kehidupan seseorang. Untuk melawan rasa insecure maka banyak orang-orang berusaha untuk terlihat sempurna. Merasa bahwa dirinya juga ingin terekspos dan dilihat orang lain dengan kesempurnaan yang nyata. Padahal bisa jadi itu hanya fatamorgana saja.
Selalu ingin terlihat sempurna dan selalu diikuti orang lain akan menimbulkan hal yang tidak baik. Memaksan diri untuk selalu mendapatkan perhatian lebih dari orang lain. Ia akan selalu berubah menarik orang lain agar menyukai dirinya. Padahal saat kita berusaha menarik orang lain ada dua pilihan yang akan terjadi. Pertama orang lain menyukai kita, kedua orang lain tidak menyukai kita. Namun sayangnya, kita lebih senang agar orang lain selalu menyukai kita. Memiliki pandangan dan sepemahaman yang sama. Padahal orang lain memiliki kebebasan untuk menentukan pilihannya, apakah akan sama sesuai harapan kita atau sebaliknya.
Apabila kita selalu berusaha untuk disukai orang lain, maka segala cara dan upaya akan dikeluarkan untuk mewujudkannya. Jika tidak sesuai harapan, maka kita akan kecewa. Rasa kecewa ini akan membuat kita berbalik menjadi membenci orang tersebut. Bahkan kita menjadi playing victim bahwa kita adalah korban perbuatan orang lain. Padahal diri kita sendiri yang membuat perangkap untuk diri kita. Mengapa? Karena kita tidak bisa memaksakan orang lain harus sesuai dengan diri kita.
Maka perlu dalam diri kita untuk menyediakan ruangan untuk tidak disukai orang lain. Mereka punya hak untuk tidak suka dengan kita, berbeda pendapat, dan memiliki pandangan yang tidak sama. Jika kita sudah menyediakan ruangan itu kita tidak akan terlalu kecewa. Membuat kita lebih bijaksana dalam menyikapi semua hal. Keputusan orang lain untuk suka atau tidak suka dengan kita adalah hal di luar kendali kita. Yang bisa kita kendalikan adalah apa respon yang kita berikan atas sikap orang lain tersebut. Apakah kita akan kecewa dan membenci mereka. Atau kita lebih bijaksana dalam menyikapinya dan menjadikan semua ini sebagai pembelajaran.

Comments
Post a Comment