Tidak Seperti Biasanya

 


Pernah mengalami pertemanan yang pernah dekat dan sering berjumpa. Namun, suatu ketika semuanya terasa asing dan tidak seperti biasanya. Padahal tidak ada konflik sama sekali. Pertengkaran pun tidak ada, apalagi berselisih paham. Semuanya terjadi karena jarang bertemu dan jarang mengobrol bersama. Mungkin karena kesibukan masing-masing yang tidak bisa dihindari. Namun, saat ada kesempatan bertemu kembali terasa sangat asing. Tidak sehangat dan secair biasanya. Apa mungkin diri ini pun membuat batasan agar tidak terlalu sakit apabila inisiatif terlebih dahulu untuk mencairkan suasana. 


Ternyata pertemanan dewasa itu tidak sama dengan pertemanan saat sebelumnya. Yang mungkin biasanya sering berjumpa, berkumpul, dan bersama-sama. Namun, kini tidak seintens biasanya dan berjumpa seperlunya. Lalu apa perbedaan yang kurasakan, jika pertemanan hanya dilandasi sesuatu yang biasa, maka yang dirasakan pun akan biasa saja tanpa ada nilai yang hadir. Namun, jika pertemanan dilandasi suatu nilai yang sama, tujuan yang sama, juga menghasilkan sesuatu yang produktif rasanya selalu bermakna walaupun jarang berjumpa. Kesamaan value atau nilai, memiliki frekuensi yang sama, dan kesamaan visi akan mewarnai pertemanan menjadi lebih produktif. Bukan hanya sekedar bertemu saja atau kebetulan dalam satu lingkungan tanpa kesamaan nilai dan frekuensi.


Walaupun masih terasa sesak di dada saat menyadari semuanya telah berubah. Pertemanan yang semula pernah dekat, namun kini menjadi berjarak. Mungkin pertemanan ini terlalu dibumbui oleh perasaan. Semakin dewasa harus belajar untuk menjalani pertemanan dewasa, yang tidak dibumbui perasaan namun kesamaan nilai. Harus siap jika akan banyak orang atau teman yang hadir silih berganti. Tidak apa-apa, teruslah belajar beradaptasi. Tidak ada yang kekal di dunia ini, termasuk pertemanan. Tidak apa-apa jika memang kita tidak diharapkan dalam suatu lingkup pertemanan. Kita dapat mencari lingkungan yang bisa menerima kita apa adanya. Tanpa merasa segan atau enggan saat bersama dengan kita. Jika memang kita tidak asik bagi mereka mungkin akan mengasyikan bagi lingkaran pertemanan yang lain. Bukan hanya pasangan yang berjodoh, bisa jadi dalam pertemanan pun jodoh-jodohan mana yang cocok dan mana yang tidak.


Sabar ya, suatu saat akan bertemu dengan lingkungan pertemanan yang memiliki kesamaan nilai, satu frekuensi, dan memiliki satu visi misi yang sama. Agar menjadi pribadi yang lebih produktif dan lebih bermanfaat dalam pertemanan maupun dalam lingkup yang lebih luas lagi. Lebih baik sekarang fokus untuk mengembangkan diri dan meningkatkan keterampilan. Agar kelak dipertemukan dengan teman yang memiliki frekuensi yang sama, keilmuan dan keterampilan yang setara aamiin. Peluk untuk diri sendiri dan orang lain yang juga merasakan hal yang sama. Semangat selalu mencari lingkungan pertemanan.


Comments