Yang Menemani Kesepianku di Masa Lalu
Hai masa kecilku apa kabar? Apakah kamu masih kesepian? Apakah kamu masih insecure karena tidak bisa berteman? Atau apakah masih ada yang belum mau berteman denganmu? Sepi ya masa itu? Walaupun ada waktu bermain dan ada teman saat itu tapi kamu masih merasa khawatir bukan. Khawatir jika temanmu tidak tulus berteman denganmu. Dan semua kekhawatiran yang berkecamuk di dalam hati dan pikiranmu.
Hai masa kecilku apa kabar? Apakah kamu masih kesulitan berkomunikasi seperti dulu? Apakah kamu sering merasa bersalah setelah berbicara? Apakah kamu merasa sering ketakutan jika orang lain membencimu karena tidak paham apa maksudmu. Yuk sini aku peluk, karena aku adalah masa depanmu yang sudah mulai membaik komunikasinya.
Dulu aku memang banyak menghasilkan waktu untuk membaca. Salah satunya adalah novel-novel karya Andrea Hirata yang dibawakan oleh kakak pertama selepas berlayar. Novel laskar pelangi misalnya yang menyalakan semangat untuk semangat sekolah. Setelah itu berlanjut ke judul-judul lainnya seperti Sang Pemimpi, Edensor, juga Maryamah Karpov. Novel-novel yang kaya akan bahasa dan sastra. Membuat imajinasi-imajinasi dalam pikiran ini terisi.
Diriku terasa berada dalam keramaian dalam ruang imajinasi. Sepi di dunia nyata namun ramai isi kepala. Bagiku saat itu tidak apa-apa tidak ada teman, yang penting aku memiliki buku yang menemani hari-hariku. Walaupun aku tahu ternyata itu menjadi bom waktu untuk diriku sendiri di masa depan. Ternyata aku bukanlah orang yang menyendiri karena energiku akan habis, energi ku akan terisi jika bertemu dan mengobrol dengan orang lain.
Tapi aku sangat berterima kasih atas rangkaian indah kata dan imajinasi yang digambarkan dalam karya Andrea Hirata. Teman masa kecil yang menemani hari-hariku yang sepi di masa lalu. Ternyata Oktober 2024 aku diberikan kesempatan untuk mengunjungi bumi laskar pelangi dan Museum Kata milik Andrea Hirata. Rasanya seperti mimpi bukan? Lebih dari dua puluhan tahun setelah membaca novel, kini berada di latar cerita aslinya.
Terima kasih sudah menemani masa-masa kecilku yang kesepian. Mungkin kesukaanku merangkai kata-kata berkat andil indahnya rangkaian kata yang kubaca dari novel-novel itu di masa lalu.

Comments
Post a Comment