Hidup Itu Perjalanan Pilihan dan Sebab Akibat
Hidup itu perjalanan, pilihan, dan sebab akibat. Hidup mengantarkan kita pada perjalanan panjang untuk kembali pada keabadian. Dunia ini hanyalah fana dan akan berakhir jika waktunya tiba. Hidup merupakan tempat kita memilih banyaknya pilihan yang ada di hadapan kita. Setiap pilihan akan mengantarkan kita pada jalan hidup yang berbeda. Hidup adalah tempatnya sebab akibat terjadi, tiada ada akibat tanpa ada sebab yang menyertainya. Perjalanan apa yang ingin kita lakukan, pilihan apa yang kita tentukan, dan sebab akibat apa yang akan terjadi, kita sendirilah yang memutuskannya.
Saat itu aku mengikuti suatu kelas berbenah yang membuat pandangan hidupku berubah drastis, saat itu aku mengurangi konsumsi terhadap fashion. Baju di lemari berkurang banyak, jarang membeli baju, bahkan baju yang digunakan usianya melebihi usia anakku. Mungkin saja hal ini yang membuat ibuku kasihan padaku, baju beliau lebih banyak, lebih bagus, dan lebih mahal. Bahkan aku suka mendapatkan lungsuran baju dari ibuku, walaupun sudah aku tolak tapi tetap dipaksa. Aku sangat berpikir jika ingin membeli baju atau menerima baju hibah, apakah aku akan membutuhkannya atau tidak. Menurutku hal ini perlu aku kontrol supaya aku tetap berkesadaran bahwa fashion bukanlah prioritas utamaku.
Prioritas utamaku adalah pendidikan dan pengetahuan. Aku merasa perlu mengisi tangki-tangki cintaku pada ilmu, yang terkadang bisa diakses dengan membayarnya. Aku masih bisa bertahan dengan baju-bajuku yang masih ada di lemari dan awet untuk digunakan, hanya tidak fashionable saja. Tapi aku merasa sangat hampa jika kebutuhanku akan ilmu pengetahuan tidak terpenuhi. Rasanya ada yang kurang dan ada yang kosong. Hidup tanpa ilmu pengetahuan rasanya seperti berada di kegelapan tanpa adanya lentera.
Juga kepada anak-anakku, yang aku prioritaskan adalah pendidikan. Bahkan pengeluaran terbanyak dialokasikan untuk pendidikan. Mengapa aku memprioritaskan pendidikan? Alasannya agar anak-anak memiliki curiosity, logical thinking, literasi, dan kemampuan problem solver yang baik. Selain itu menghadirkan lingkungan yang baik untuk menciptakan ekosistem tumbuh dan berkembang yang baik dalam pembelajaran. Pendidikan itu sangat penting untuk menaikkan taraf berpikir juga meningkatkan struktur berpikir. Jika anak distimulasi sejak masih kecil semoga ketika dewasa kelak ia akan tumbuh menjadi seseorang yang berilmu dan bijaksana.
Semua yang disebutkan tersebut akan menjadi bekal untuk kehidupannya kelak. Masa depan serba tidak pasti, masa kini begitu banyak pilihan yang akan menjadi jalan kemungkinan masa depan. Maka anak-anak perlu memiliki kualitas berpikir yang baik, anak-anak harus punya kemampuan pengendalian diri dan manajemen emosi yang baik. Semuanya didapatkan dari pendidikan yang didapatkan. Iya kita memang tidak bisa menentukan masa depan seperti apa yang kita inginkan. Namun dengan memiliki modal dan bekal tentu saja akan lebih siap menghadapi ketidakpastian yang akan dihadapi kelak.
Hidup merupakan perjalanan, setiap perjalanan tentu memerlukan bekal agar selamat sampai tujuan. Pendidikan merupakan bekal dan barang berharga yang dapat dibawa selama perjalanan. Pendidikan yang akan membantu kita untuk memilih pilihan yang baik dan benar. Pendidikan yang akan membuat kita berpikir sebelum bertindak, agar hukum sebab akibat yang akan kita dapatkan bukanlah suatu hal yang buruk. Lalu mengapa banyak orang yang ragu untuk memilih pendidikan sebagai bekal dalam perjalanan? Semoga kita bukanlah orang yang termasuk dalam keraguan dalam meyakini bahwa pendidikan adalah bekal terbaik dalam mengarungi perjalanan kehidupan.

Comments
Post a Comment