Ihtisaban
Hari ini mendapatkan pengingat untuk menyambut bulan Suci Ramadhan. Merasa banyak tersindir oleh kajian hari ini. Ada yang hilang ketika menyambut Ramadhan tanpa disadari, yaitu tentang rasa. Rasa suka cita menyambut Ramadhan, rasa bahagia dan rasa-rasa lainnya yang mungkin seharusnya hadir. Saat kecil mungkin rasa itu sangat menggelora, namun semakin usia bertambah rasa itu dapat memudar. Bahkan Ramadhan pun hanya dijalani sebagai aktivitas tahunan saja. Padahal seharusnya Ramadhan harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.
Ihtisaban menjadi pengingat hari ini untuk membangkitkan rasa. Ihtisaban artinya niat dan kesungguhan untuk meraih pahala puasa yang dijanjikan Allah SWT. Ihtisaban juga dapat diartikan sebagai penuh pengharapan, menghitung-hitung, atau mengukur.
Dalam konteks ibadah puasa, ihtisaban dapat dimaknai sebagai:
1. Melaksanakan ibadah puasa dengan perasaan riang gembira
2. Menghargai setiap detik dan jam yang berlalu selama bulan Ramadan
3. Melakukan ibadah dengan ringan hati dan perasaan syukur
4. Menyadari bahwa pengharapan atas apresiasi dan pahala puasa harus tetap dan selalu bersandar pada Allah
Salah satu bentuk ihtisaban untuk menyambut Ramadhan adalah menyiapkan target dan strategi untuk menjalani bulan Ramadhan. Strategi agar waktu terpusatkan pada ibadah-ibadah dan tidak habis dengan aktivitas selain ibadah. Termasuk ihtisaban menyiapkan kegiatan-kegiatan yang menarik untuk anak-anak yang sedang belajar puasa. Anak-anak yang belum baligh jangan dibebankan dengan puasa, semampunya saja. Jika belum kuat jangan sampai dipaksa. Hal terpenting untuk anak-anak saat Ramadhan adalah rasa suka cita dan bahagia menjalani bulan Ramadhan dan paham esensinya. Jika belum kuat berpuasa seharian penuh jangan dipaksa, lebih baik fokus pada kegiatan mengisi Ramadhan dengan suka cita.
Kegiatan yang bisa dilakukan misalnya mendekorasi rumah dengan hiasan Ramadhan. Membuat reward Jika mencapai target. Membuat papan pencapaian dan menempelkan sticker apabila berhasil atau tercapai. Juga membiasakan berdoa pada waktu mustajab doa doa dikabulkan, yaitu saat berbuka dan saat sahur. Anak-anak diajarkan berbagi makanan untuk berbuka puasa kepada orang lain, karena pahala memberi makan orang yang berpuasa sama seperti yang menjalankan puasa.
Intinya buat kegiatan yang menyenangkan untuk anak-anak. Jangan sampai anak-anak dipaksakan puasa, namun menimbulkan luka pengasuhan dan akan menjadi hutang pengasuhan kedepannya. Semangat menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh ihtisaban.

Comments
Post a Comment