Merasa Ditinggalkan


 Terkadang aku merasa ditinggalkan, tiba-tiba semua senyap tak bersuara. Apakah semua langkah hilang tanpa jejak. Apakah tak ada yang ingin menemani saat ku merasa sendiri dan kesepian. Mereka yang biasanya ada kini sudah tiada. Bukan benar-benar tiada hanya menghindari dan menghilangkan kehadiran. 


Kini tak lagi sama seperti dulu, aku harus terbiasa dengan kondisi baru. Melakukan semua hal seorang diri tanpa ada yang menemani. Alasan mengapa menjadi seperti ini pun aku tidak tahu jawabannya. Semua hilang secepat membalikkan telapak tangan. Pergi entah karena apa sebabnya.


Mungkin aku tak lagi berharga. Mungkin saja aku tak lagi bermakna. Barangkali aku tak layak untuk dibersamai. Ataukah memang aku tidak berhak menerima semua perhatian dan kebaikan itu. Ah jangan-jangan memang aku tidak semenyenangkan itu. Atau banyak hal yang sebenarnya belum siap aku terima. 


Sudah cukup!

Berhentilah berpikiran liar seperti itu. Istirahatkan pikiranmu. Tenangkan hatimu, pulihkan jiwamu. Selagi engkau tidak mendengarnya secara langsung dari orang lain jangan berasumsi apapun. Jangan berprasangka orang lain mengaggapmu buruk dan berniat menjauhimu. Itu hanya pikiran liarmu saja. Jangan dipikirkan, cukup sudahi semua pikiranmu itu. Jika memang suatu saat engkau mendapatkan kesaksian bahwa yang engkau pikirkan benar terjadi, perbaikilah dirimu.


Menerka prasangka orang lain itu melelahkan. Jangan membuang energi untuk hal yang belum pasti. Jangan izinkan perasaan-perasaan yang tidak menentu dan pikiran yang tak berarah itu menguasaimu. Kita tidak bisa membaca pikiran orang lain. Pikiran orang lain itu sudah di luar kendali diri kita. Cukup sudahi dan fokuslah pada diri sendiri. 


Jika memang sekarang engkau sedang ada di ruangan yang gelap dan sepi tidak apa-apa. Coba bangkit dan berjalan, mungkin engkau belum membuka tirai. Setelah membuka tirai engkau akan dapatkan hangatnya sinar matahari. Coba bukalah jendelanya, bisa jadi udara sejuk menyelinap masuk dan menyegarkanmu. Bukan kamu yang sendirian dan seolah-olah orang lain menjauhimu. Kamu hanya sedang terjebak dalam kehampaan dan kegelapan. Buka hatimu, dan rasakan jika semuanya terang dan sejuk. Dan semua itu hanya prasangka mu saja.

Comments