Persiapan Membuat Sabun Homemade


 Setelah mengikuti workshop pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, jadi penasaran untuk mencoba membuat sabun dari minyak jelantah. Tapi karena ketersediaan minyak jelantah di rumah masih sedikit jadilah mencari tahu untuk pembuatan minyak dari minyak yang masih baru. Ternyata ada beberapa jenis minyak yang bisa digunakan untuk membuat sabun alami, seperti minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun, juga castor oil atau minyak nabati yang berasal dari biji tanaman jarak. Setelah dipelajari tertarik untuk membuat sabun dari minyak kelapa atau minyak zaitun. Ternyata kedua jenis minyak ini menghasilkan produk sabun yang berbeda juga. Misalnya, minyak zaitun lebih lembek sedangkan minyak kelapa lebih padat. Busa yang dihasilkan minyak kelapa lebih banyak dibandingkan minyak zaitun. Akhirnya memutuskan memilih untuk menggunakan minyak kelapa dalam percobaan perdana nanti. Walaupun minyak kelapa memiliki beberapa keunggulan, namun ternyata memiliki kekurangan yaitu sabunnya membuat kulit lebih kering dan kurang lembab. Namun, hal tersebut bisa disiasati dengan formulasi bahan-bahan yang digunakan, khususnya jumlah minyak kelapa yang digunakan supaya bisa mempertahankan kelembaban kulit saat menggunakan sabun ini.


Walaupun sudah menentukan jenis minyak yang akan digunakan dalam pembuatan sabun. Namun masih ada yang mengganjal, kira-kira menggunakan minyak kelapa yang jenis Virgin Coconut Oil (VCO) atau Coconut Cooking Oil (RBD, Refined, Bleache, Deodorized). Ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing dari Virgin Coconut Oil maupun Coconut Cooking Oil. Kelebihan virgin coconut oil adalah mengandung lebih banyak nutrisi dan antioksidan alami, menghasilkan sabun dengan busa lebih lembut dan efek melembabkan yang lebih baik, aroma alami kelapa masih ada dan memberikan wangi khas. Kekurangan virgin coconut oil adalah lebih mahal dibandingkan coconut cooking oil, bisa menghasilkan sabun yang lebih lunak karena kandungan asam lemak alaminya lebih tinggi. Kelebihan coconut cooking oil adalah lebih murah dan mudah di dapat, menghasilkan sabun yang lebih keras dan tahan lama, tidak memiliki aroma kelapa yang kuat sehingga cocok untuk ditambahkan pewangi lain. Kekurangan coconut cooking oil adalah beberapa nutrisi alami sudah berkurang karena proses pemurnian, bisa membuat sabun terasa lebih kesat di kulit jika digunakan dalam konsentrasi tinggi. Jadi untuk sabun premium dan tujuan perawatan kulit yang lebih lembu dapat menggunakan virgin coconut oil. Sedangkan untuk sabun yang lebih ekonomis dan keras dapat menggunakan coconut cooking oil atau campurkan dengan minyak lain (misalnya minyak zaitun atau minyak kelapa sawit) agar sabun tidak terlalu keras.


Setelah mempertimbangkan kembali akhirnya memutuskan untuk menggunakan virgin coconut oil karena menghasilkan sabun yang lebih premium dan alami. Setelah itu berlanjut untuk mencari resep atau formulasi yang tepat untuk pembuatan sabun alami ini. Dan akhirnya dipilih resep dari asiera yaitu menggunakan minyak kelapa 900 gram, sodium hidroksida atau NaOH 128 gram, dan air destilasi 360 gram. Namun untuk percobaan awal ini akan dibuat tidak terlalu banyak yaitu setengah resep. Artinya menggunakan 400 gram minyak kelapa, 64 gram sodium hidroksida, dan 180 gram air destilasi atau air hasil penyulingan yang sudah tidak ada lagi mineralnya. Tujuannya adalah supaya mineral dalam air tidak bereaksi keras dengan sodium hidroksida. Mengapa perlu menggunakan sodium hidroksida padahal bahan kimia itu sangat berbahaya jika kontak dengan kulit atau terhirup oleh hidung. Sodium hidroksida merupakan alkali atau basa kuat yang jika bereaksi dengan lemak atau minyak akan menghasilkan sabun dan gliserol. Sabun merupakan garam asam lemak yang bisa melarutkan minyak dan kotoran dalam air. Sedangkan gliserol bersifat humektan atau menarik air sehingga bisa melembabkan kulit. Proses pembuatan sabun ini disebut reaksi saponifikasi yang merupakan dasar pembuatan sabun alami dan dapat dimodifikasi dengan tambahan minyak esensial, pewarna alami, atau bahan pelembab lainnya.


Rasanya tidak sabar untuk praktik, tapi masih harus menunggu datangnya bahan-bahan yang diperlukan. Jadi tetap semangat belajar dan menunggu alat dan bahan jadi, dan persiapan untuk mempraktikan yang sudah dipelajari secara autodidak. 


Comments