Saat Anxiety Tiba


 Anxiety adalah perasaan cemas, khawatir, atau takut yang berlebihan terhadap suatu situasi, meskipun sering kali tidak ada ancaman nyata. Ini adalah respons alami tubuh terhadap stres, tetapi jika terjadi secara berlebihan atau terus-menerus, bisa menjadi gangguan kecemasan (anxiety disorder). Anxiety bisa muncul karena berbagai faktor seperti stres, trauma, faktor genetik, atau ketidakseimbangan zat kimia di otak. Ada banyak jenis-jenis anxiety disorder yang bisa dirasakan oleh seseorang. Begitu juga dengan aku, yang merasakan anxiety ini. Berawal dari overthinking sehingga mengarah ke anxiety.


Anxiety ini aku rasakan saat aku merasa terintimidasi oleh perkataan orang lain yang menyakitkan aku dan membuat aku merasa salah atau merasa sangat bersalah. Respon yang aku rasakan adalah jantung berdebar-debar dan perasaan gelisah. Rasanya tidak enak dan merasa semua orang menghakimiku.


Padahal jika aku sudah keluar dalam kondisi itu dan mulai berpikir jernih, apa yang aku pikirkan secara berlebihan itu tidak selalu benar. Misalnya saat aku merasa terintimidasi, mungkin orang tersebut tidak bermaksud mengintimidasi hanya saja caranya kurang tepat sehingga aku salah menangkapnya dan salah memberikan respon. Saat orang lain berbeda pendapat denganku bukan berarti pendapatku salah, hanya saja kita memiliki sudut pandang yang berbeda dan terjadilah perbedaan pendapat. 


Aku jadi belajar bagaimana menghadapi anxiety ini. Aku izinkan perasaan itu hadir dan rasakan, kemudian aku berusaha mencari jalan keluar agar terlepas dari kondisi tersebut. Setelah berpikir jernih aku baru bisa menguraikan semuanya. 


Setiap orang dapat memiliki anxiety yang berbeda dan penanganannya pun berbeda. Yang aku alami mungkin saja anxiety yang masih ringan sehingga dapat diatasi sendiri. Tapi rasanya luar biasa tidak enak walaupun masih ringan.


Setelah itu aku mulai memperbaiki mindset ku agar lebih bertumbuh. Bahwa tidak apa-apa berbeda pendapat, tidak apa-apa jika melakukan kesalahan. Mungkin aku bertumbuh sebagai anak yang takut salah atau tidak terbiasa dengan perbedaan dan selalu terjebak dalam suatu kesepakatan dan persetujuan. Padahal berbeda pendapat itu tidak apa-apa. Berbeda pendapat dapat meluaskan pandangan. 


Semangat ya diriku, terima kasih sudah bertumbuh, terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Kamu hebat, kamu berharga dan berhak bahagia. Sepanjang perjalanan hidupmu tetaplah belajar dan memperbaiki diri.


Comments