Sepakat Untuk Tidak Sepakat



 Sepakat untuk tidak sepakat, maksudnya apa sih? Kali ini kita akan membahas tentang suatu kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Sejak kecil kita selalu diajarkan untuk berkomunikasi satu arah, artinya orang tua yang banyak berbicara sedangkan anak hanya mendengarkan. Di masyarakat kita selalu terbiasa untuk sama-sama mufakat secara cepat dan menghindari perbedaan pendapat. Akibatnya adalah kita cenderung untuk mengikuti pendapat orang lain terutama yang lebih tua. Padahal dalam lingkungan rumah, orang tua dapat menstimulasi anak-anak untuk bisa mengeluarkan pendapat juga belajar berdiskusi. Juga di masyarakat seharusnya kita bisa lebih terbiasa dengan perbedaan pendapat.
Sepakat untuk tidak sepakat maksudnya adalah kita bisa menerima jika pendapat kita dan orang lain berbeda. Kita menyepakati kalau tidak sepakat juga tidak apa-apa. Tidak ada yang salah dengan perbedaan pendapat, perbedaan argumen, perbedaan pandangan, dan lain-lain. 

"Sepakat untuk tidak sepakat" berarti kedua pihak setuju bahwa mereka memiliki perbedaan pendapat dan tidak perlu memaksakan kesepakatan. Ini adalah cara untuk mengakui perbedaan tanpa harus berkonflik lebih jauh. Ketika dalam suatu diskusi atau musyawarah tidak menemukan jalan tengah untuk sepakat. Berarti menyepakati untuk tidak sepakat atau tidak sama argumennya. 

"sepakat untuk tidak sepakat" juga untuk menjaga hubungan tetap baik meskipun tidak menemukan titik temu. Apakah ini suatu hal yang mudah? Tentu tidak semudah itu. Apalagi jika tidak terbiasa dalam suatu kondisi yang memiliki perbedaan. Tentu saja hal ini berada di luar zona nyaman dan tidak semua orang bisa nyaman dalam kondisi tidak ideal ini.

Semakin dewasa semakin mengerti bahwa tidak semua pendapat maupun keputusan harus berakhir pada pucuk kesepakatan yang sama. Bisa jadi akan berakhir dengan ketidaksepakatan, namun sama-sama menghargai dan bersepakat untuk tidak sepakat. Penerimaan ini bukanlah suatu hal yang mudah. Pasti banyak hal yang harus dilalui agar bisa sampai pada pola pikir seperti ini. Apalagi jika memiliki teman yang sefrekuensi untuk bisa berdampingan dengan ketidaksepakatan. Jika tidak mungkin akan berakhir dengan pertengkaran dan permusuhan yang tidak ada ujungnya. Sudah siap sepakatuntuk tidak sepakat? mari kita coba bersama.

Comments