Takut Hamil Padahal Punya Suami
Emang ada ya punya suami tapi takut hamil? Ya adalah aku adalah salah satunya haha. Padahal punya suami, kenapa takut hamil. Padahal sudah pasang IUD dan perlindungan ganda dari suami kenapa masih takut hamil juga. Namanya manusia hanya bisa berencana, kalau takdir berkata lain bisa apa. Namun rasa takut itu bisa di validasi dan tentu ada alasannya. Lalu apa alasannya? Banyak sih ya, salah satunya perencanaan dan penjarakkan usia anak. Ada hal yang lebih penting juga yaitu kesiapan, mental yang baik, dan juga kesehatan. Saat hamil itu benar-benar banyak yang harus disiapkan. Sebagai makhluk hidup menjadi tempat tinggal makhluk hidup yang baru tentu banyak sekali yang harus disiapkan. Misalnya nutrisi untuk ibu dan anak yang harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan masing-masing.
Hal yang perlu diperhatikan saat hamil adalah akan ada perubahan hormon yang drastis. Apalagi bagi seorang ibu yang memiliki perjuangan di kesehatan mental. Karena akan ada dua pemicu yang dapat mengganggu mental ibu. Mungkin hal ini juga yang ditakuti oleh perempuan yang memutuskan untuk child free, karena memiliki isu kesehatan mental dan khawatir perubahan hormon kehamilan akan semakin memicu terganggunya kesehatan mental pada dirinya.
Lalu kembali lagi pada seorang ibu dan istri yang takut hamil padahal punya suami. Selain alasan yang sudah diuraikan di atas tentu ada faktor lainnya. Ibu ingin rehat dan istirahat dari proses hamil, melahirkan, menyusui yang tentu tidak mudah untuk dijalani dan kembali terulang proses yang sudah terjadi sebelumnya. Setiap bulan akan merasa deg-degan saat menstruasi belum kunjung tiba. Sebenarnya jika memang hamil mau tidak mau harus diterima. Tapi jika ada pilihan lain tentu alangkah lebih baik tidak terlebih dahulu.
Apabila suatu kehamilan dalam perencanaan, harapannya ibu dan anak akan maksimal dalam kesehatan baik fisik dan mental. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat lebih optimal. Ibu juga dapat lebih berkesadaran dalam merawat bayi yang dilahirkannya. Proses membesarkan bayi tentu bukan waktu yang sebentar. Ada proses panjang yang harus dilalui sampai anak besar.
Semoga kita bisa lebih bijaksana dan meningkatkan empati terhadap seorang perempuan dan ibu yang memutuskan untuk penjarakkan kehamilan.
Comments
Post a Comment