Self Talk #2

 Hari kedua Ramadhan diiringi hujan yang sangat deras. Sederas perasaan yang tiba-tiba hadir. Ada rasa kecewa yang tiba-tiba menyelinap di hati. Padahal mungkin hal ini sudah biasa dirasakan oleh orang lain. Tapi tidak apa-apa, rasakan dulu kecewanya. Rasakan betapa yang aku inginkan tidak sesuai harapan. Kemudian berusaha memahami bahwa hal ini lumrah terjadi, hanya hati ini yang perlu terbiasa saja.


Mengapa saat aku mencoba untuk berjualan tidak selancar orang lain melakukannya. Terkadang ada rasa bersalah, terkadang ada rasa kecewa, terkadang ada rasa putus asa, terkadang ada rasa pamrih, dan berbagai perasaan yang mungkin tidak seharusnya dirasakan. Tapi aku mengakuinya dan aku mengizinkannya, namun jangan lama-lama. Aku akan segera mengantarkannya keluar. Pergilah segera, jangan lama-lama, karena rasa ini tidak enak dirasakan.


Wahai diriku, rasa ini tidak enak ya. Sabar ya, mungkin ini karena memang sepintas perasaan yang hadir atau karena pengaruh hormon saat datang bulan yang menyebabkan suasana hati tidak begitu baik. Namun, kita perlu sama-sama untuk belajar meregulasi emosi dengan baik. Meredakan semua yang dirasakan menjadi netral kembali. Aku tahu ini memgecewakan, namun tidak ada salahnya untuk menjadi bahan belajar kedepannya. Bahwa berada di titik untuk bisa diterima dan dihargai itu memerlukan proses yang panjang. Namun jika ini tidak membuat hati ini berbinar, berarti harus semakin ditingkatkan usahanya. Ini memang bukan passionku, tapi ingin belajar dan memaksimalkan diri untuk mencoba. Tidak ada salahnya, namun jangan memforsir diri lebih jauh karena pasti itu akan melelahkan. Lakukan karena hati menyukainya.


Mungkin aku lebih cocok untuk di dunia sosial yang senantiasa berbagi pada orang lain. Namun bagaimana caranya aku bisa menghasilkan dari hal yang sama dengan dunia sosialku ini. Entah di mana aku temukan jawaban. Namun, semoga aku bisa menemukan jalan agar mendapatkan penghasilan. Aku akan berusaha mencoba untuk melanjutkan langkah ini dan belajar lebih dalam. Aku akan berusaha menyukai nya walaupun prosesnya tidak bisa aku prediksi. Apa yang sebenarnya aku cari? Value apa yang ingin aku sampaikan? Mari renungkan bersama.

Comments